Gue pernah ngalamin.
Pulang konser jam 1 pagi. Lelah. Mata udah kayak panda. Antre transportasi umum? Nggak ada. Yang ada cuma ojek online dengan harga naik 3 kali lipat. Atau jalan kaki 2 kilometer ke stasiun terdekat, tapi stasiunnya udah tutup.
Rasanya? Campuran antara putus asa, menyesal, dan janji dalam hati: “Gue nggak akan nonton konser lagi kalo urusan transportasinya kayak gini.”
Nah, bayangin kalo lo ada di Chile. Festival Viña del Mar 2026. 16,5 juta orang. Satu malam. Dan pemerintahnya nyiapin kereta 24 jam buat anter jemput penonton.
Ini bukan cuma soal naik kereta. Ini soal gimana sebuah negara ngurus warganya yang habis bersenang-senang. Ini soal Chili yang nggak tidur demi jutaan orang yang pengen pulang dengan selamat.
Gue baca beritanya. Dan jujur… iri.
Viña del Mar: Festival yang Nggak Pernah Tidur
Buat yang belum tahu, Festival Internacional de la Canción de Viña del Mar itu salah satu festival musik terbesar di Amerika Latin. Udah berlangsung sejak 1960. Setiap tahun, artis-artis gede kayak Elton John, Ricky Martin, sampe Marc Anthony pada manggung di sini .
Tapi yang bikin beda tahun 2026 adalah skalanya. Mereka prediksi 16,5 juta pengunjung bakal dateng. Iya, juta. Bukan ribu. Itu lebih dari setengah populasi Indonesia dateng ke satu kota dalam beberapa minggu.
Bayangin macetnya. Bayangin antreannya. Bayangin gimana caranya 16,5 juta orang pulang setelah konsel selesai.
Nah, pemerintah Chile dan operator kereta EFE ngasih solusi: layanan kereta 24 jam. Kereta api rute Valparaíso-Santiago bakal jalan terus sepanjang malam selama festival berlangsung. Nggak ada istilah “kereta terakhir”. Yang ada cuma “kereta berikutnya”.
Cerita 1: Yang Pernah Ngalamin Malam Kacau di Jakarta
Gue inget tahun 2019. Konser Coldplay di Gelora Bung Karno. Nggak sampai 16,5 juta sih, tapi cukup buat bikin Jakarta macet total. Habis konser, orang pada bingung. Transjakarta? Antreannya panjang 500 meter. MRT? Udah tutup. Gojek? Surge pricing sampe 3 kali lipat.
Temen gue, sebutlah namanya Rani, milih jalan kaki dari GBK sampe Bundaran HI. 4 kilometer. Sepatu high heels. Sampe rumah jam 3 pagi, nangis. Bukan karena konsernya nggak seru, tapi karena pulangnya kayak orang terusir.
Nah, Chile kayaknya belajar dari kejadian kayak gini. Mereka nggak mau 16,5 juta orang jadi Rani-Rani baru.
Cerita 2: Sistem Transportasi Jerman yang Bikin Betah
Gue punya temen kuliah, nama Bima. Dia tinggal di Jerman 3 tahun. Ceritanya, dia sering pulang klub jam 3 pagi. Naik bus malam. Sampai stasiun, naik kereta malam. Sampai rumah, tidur. Besoknya kuliah normal.
Dulu gue pikir itu biasa aja. Tapi setelah gue liat sendiri transportasi umum kita, gue sadar: itu bukan biasa. Itu luar biasa. Itu tandanya negara beneran ngurus warganya.
Chili tahun 2026 kayaknya mau kayak Jerman. Minimal buat 16,5 juta orang yang datang ke festival.
Cerita 3: Festival Glastonbury yang Mandiri
Di Inggris, Glastonbury Festival itu legendaris. Tapi mereka nggak ngandelin transportasi umum. Mereka bikin kota tenda. Orang pada bawa tenda, nginep, mandi di fasilitas umum, makan di food court. Festival selama 5 hari, orang tinggal di sana.
Chili beda. Viña del Mar itu kota beneran. Hotel dan penginapan terbatas. Orang pasti bakal mudik-balik tiap hari. Makanya kereta 24 jam jadi solusi paling masuk akal.
Data yang Bikin Melongo
Mari liat angkanya.
- 16,5 juta pengunjung diperkirakan datang ke Viña del Mar 2026 . Itu naik 30% dari tahun sebelumnya.
- Jalur kereta Valparaíso-Santiago adalah tulang punggung transportasi. Jaraknya sekitar 115 km, ditempuh 1,5 jam .
- Selama festival, frekuensi kereta bakal ditambah jadi setiap 30 menit, bahkan di tengah malam .
- 1,2 miliar dolar perkiraan pendapatan dari sektor pariwisata selama festival .
- 12 ribu petugas keamanan dan relawan disiapkan buat jaga kelancaran .
Ini bukan proyek kecil. Ini operasi militer dalam skala sipil. Tapi mereka lakuin. Karena mereka tahu: kalo urusan transportasi beres, orang bakal nyaman, dateng lagi, dan ekonomi muter.
Kenapa Ini Penting?
Sederhana: pengalaman pulang sama pentingnya sama pengalaman konser.
Lo bisa nonton artis favorit, nyanyi bareng, nangis haru, foto-foto estetik. Tapi kalo abis itu lo harus berjuang 3 jam buat pulang, malesnya sampe rumah bakal ngalahin semua kenangan indah.
Chili paham ini. Mereka nggak cuma jual tiket festival. Mereka jual pengalaman total. Dari berangkat sampai pulang.
3 Tips Kalo Lo Nekat ke Viña del Mar 2026
Buat lo yang udah mulai cek tiket pesawat ke Chile, nih tips dari gue:
1. Booking Akomodasi Jauh-jauh Hari
16,5 juta orang dateng. Hotel cuma ratusan ribu. Hitung sendiri. Kalo lo nggak booking 6 bulan sebelumnya, lo bakal tidur di taman. Atau di kereta. Yang penting punya tempat buat naruh badan setelah berdiri berjam-jam.
2. Pahami Rute Kereta
Jalur Valparaíso-Santiago itu panjang. Lo harus tahu stasiun mana yang paling dekat dengan penginapan lo. Jangan sampe lo turun di stasiun bener, tapi masih harus naik taksi 1 jam lagi. Cek peta, hafalin, screenshoot. Sinyal bisa jelek pas rame-rame.
3. Siapin Fisik
Ini festival, bukan liburan santai. Lo bakal jalan, berdiri, teriak, nari, dan mungkin nggak tidur semalaman. Ditambah naik kereta 1,5 jam. Ditambah antre. Ditambah cuaca Chile yang bisa dingin banget malem hari. Bawa jaket tebal, minum cukup, dan istirahat sebelum berangkat.
4. Jangan Lupa Charger dan Power Bank
Lo bakal butuh HP buat foto, buat komunikasi, buat cek jadwal kereta, buat telepon temen yang hilang. Kalo baterai lo habis di tengah keramaian, lo bakal kayak orang buta. Siapin power bank kapasitas gede. Minimal 20.000 mAh.
3 Kesalahan Umum Festival Travelers
1. Terlalu Fokus ke Lineup, Lupa Logistik
Ini paling sering. Orang pada sibuk bahas artis, siapa manggung hari apa, lagu apa yang bakal dibawain. Tapi lupa cek: naik apa pulangnya? tidur di mana? makan apa? Padahal urusan teknis ini yang nentuin nyaman nggaknya lo selama festival.
2. Ngira Transportasi Umum Bakal Kayak Biasanya
Di hari biasa, kereta Valparaíso-Santiago mungkin lancar. Tapi di festival, 16,5 juta orang naik. Antrean panjang. Kepadatan gila. Keterlambatan pasti. Lo harus siap mental: kereta 30 menit sekali, tapi lo mungkin nunggu 2 jam karena yang antre sejagat.
3. Lupa Bawa Uang Cash
Di keramaian gede, sinyal HP bisa drop. EDC bisa error. QRIS bisa lemot. Uang cash adalah raja. Bawa secukupnya, pisahin di beberapa kantong. Kalo dompet ilang atau kecopetan, lo masih punya cadangan buat pulang.
Yang Bisa Kita Tiru
Gue nulis ini bukan cuma buat ngasih info soal festival di Chile. Tapi buat ngingetin: transportasi umum yang 24 jam itu BUKAN hal mustahil.
Negara lain bisa. Kenapa kita nggak?
Bayangin kalo di Indonesia, pas ada konser gede, MRT, Transjakarta, KRL semua jalan 24 jam. Orang pulang dengan tenang. Nggak perlu takut begadang di jalan. Nggak perlu bayar ojek online 3 kali lipat. Nggak perlu jalan kaki 4 kilometer pake high heels.
Itu bisa. Tapi butuh kemauan politik. Butuh koordinasi. Butuh anggaran. Dan butuh kesadaran bahwa warganya yang habis bersenang-senang juga butuh dilayani.
Contoh Kecil yang Udah Ada
Sebenernya kita udah punya contoh kecil. Pas malam tahun baru di Jakarta, Transjakarta biasanya nambah jam operasi. Tapi coba lo bandingin sama Chile yang siapin kereta 24 jam buat 16,5 juta orang. Jauh banget.
Atau pas konser Coldplay kemarin, KRL sempat nambah jadwal malam. Tapi masih terbatas. Banyak yang kecele dan kehabisan.
Kita masih belajar. Tapi semoga tahun depan lebih baik.
Kesimpulan: Chili yang Nggak Pernah Tidur
Viña del Mar 2026 bakal jadi sejarah. Bukan cuma karena artisnya, atau karena jumlah pengunjungnya, tapi karena gimana sebuah negara ngurus warganya yang lagi senang-senang.
Naik kereta semalaman usai konser itu bukan hukuman. Itu bagian dari pengalaman. Kalo dikelola dengan baik, malah jadi cerita seru: “Gue naik kereta jam 3 pagi, rame-rame sama ribuan orang, semua nyanyi lagu yang tadi didengerin di konser.”
Chili ngasih contoh. Semoga kita nggak cuma nonton, tapi juga belajar.
Dan buat lo yang berangkat ke sana: selamat bersenang-senang. Jangan lupa bawa power bank.




